03 May
Akhi, aktivis Islam, ketahuilah Anda akan merasakan kelelahan luar biasa dan mendapatkan cobaan demi cobaan saat berjalan di jalan kebenaran dan berkiprah di aktivitas untuk Islam. Tapi, jika Anda tegar di atas kebenaran dan bersabar menghadapi cobaan, maka penderitaan sirna, kelelahan hilang, dan yang tersisa adalah pahala bagi Anda, insya Allah.
Bukankah orang yang berpuasa di tengah terik matahari itu hilang rasa hausnya ketika ia meneguk seteguk air ketika berbuka puasa? Saat itu dia mengulang-ulang doa yang pernah diajarkan Rasulullah saw. “Rasa haus hilang, urat-urat telah basah, dan yang tersisa adalah pahala, insya Allah.”
Continue Reading »
08 Mar
Abdurrasyid Mujahid S.Kom, itu adalah nama lengkap beserta gelar yang beliau peroleh setelah lulus Februari 2008 silam. Saya banyak sekali berinteraksi dengan alumni Fasilkom angkatan 2003 ini sewaktu beliau masih mahasiswa. Terlebih saat beliau menjadi mas’ul ilmiy dan saat kita tergabung dalam satu kelompok PKM.
Selama berinteraksi dengan beliau, saya banyak mendapatkan pelajaran dari teladan dan prinsip-prinsip hidup. Banyak hal disampaikan secara eksplisit. Beberapa masih terngiang di telinga saya dan tersimpan dalam long term memory. Petuah-petuah tersebut antara lain :
Continue Reading »
16 Feb
“Indahnya bayangan tak seindah kenyataan.”
Ayat-ayat Cinta, sebuah Novel sarat nilai syariah. Banyak istilah-istilah Syariah Islam yang dimasukkan oleh pengarangnya (bahasa Arab, talaqqi, qiraah sab’ah, taaruf, nusyuz, fiqih munakahat, fiqih wanita, istikharah, kitab-kitab Islam Klasik, dll). Novel yang penuh nilai-nilai spiritual dan idealisme Islam seperti ini kemudian diangkat ke dalam film “Cinta”. Tentu akhirnya banyak terjadi reduksi nilai-nilai Islam dalam Film ini.
Awal film menceritakan adengan Maria dengan Fahri dan temannya di Flat. Bahkan Maria datang membetulkan komputer Fahri yang rusak. Dalam novel, sebenarnya tidak ada adegan Maria masuk ke flat Fahri dkk. sampai makan satu baki bersama. Bisa saya jelaskan kenapa Maria selalu mengulurkan kerangjang untuk berkomunikasi (minta beliin disket, kasih uang, dll), adalah karena memang budaya Arab tidak mengenal seorang wanita main-main ke tempat Pria. Hal ini tabu.
Continue Reading »
06 Feb
Bersamaan dengan tulisan ini saya resmi keluar dari aliansi manja (mandi jarang.red).
Tak kurang dari satu setengah tahun bergabung dengan aliansi manja. Sebuah organisasi bawah tanah tingkat fakultas yang menjunjung tinggi idealisme (pendirian semu) dan militansi mahasiswa. Banyak suka dan duka yang telah dijalani bersama.
Seiring dengan banyaknya founders yang telah lulus, aliansi manja mulai kehilangan arah dan pamor. Saya pun coba merefleksikan diri untuk tetap bertahan dengan kultur manja yang murni (halah). Melihat kondisi tubuh yang makin aneh: model rambut yang tidak jelas, kulit terlihat keling, perut makin buncit, dll. rasanya memang sudah saatnya untuk berubah.
Continue Reading »
04 Feb
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh” (Asy Syu’ara : 83)
Sebuah diskusi ‘pra-acara’ tercipta dari adanya teman yang menikah. Salah seorang membanggakan sikap teman tersebut yang dinilai sukses dan berani. Bahkan dia panas dan terkesan akan segera menyusul. Kemudian topik melebar ke maisyah (penghasilan), akademik, bahkan prinsip hidup masing-masing yang semuanya bersifat materialistis.
Dewasa ini, sepertinya ada fenomena menarik mengenai makna kesuksesan hidup bukan hanya dimata masyarakat umum tapi juga dimata ‘masyarakat khusus’. Jika kita seorang mahasiswa, maka orang akan bertanya, kuliah dimana? Jika kita kuliah di universitas atau PT yang berada diluar kriterianya, maka langsung dianggap mahasiswa pinggiran (tidak sukses). Jika kita seorang aktivis, orang akan bertanya, aktif dimana? Jika kita aktif di organisasi yang berada diluar kriterianya, maka langsung dianggap aktifis biasa (tidak sukses). Pun demikian dengan status-status kita lainnya misalnya seorang profesional (pekerja), jomblo/suami, ataupun status lainnya yang mungkin kita miliki. Semuanya pasti akan dinilai dari sisi materi.
Continue Reading »
01 Feb
“Menulis akan terlihat sulit dan membosankan diawal. Namun, ketika kita sudah terbiasa dan mencintainya, menulis akan sulit dihentikan.” (KMJ)
Apa yang terpikirkan pertama kali ketika mendengar kata jurnalistik? Mungkin sebuah dunia yang dipenuhi dengan membuat tulisan, memburu berita, atau sosok seorang kuli tinta. Yap, itulah yang baru saya jalani saat ini. Menjadi redaksi di Yellow Spot, sebuah media humas dakwah kampus UI.
Menulis artikel memang sangat berbeda dengan coding (membuat program), blogging (menulis di blog), dan menulis ilmiah. Perbedaan mendasar ada pada tujuan, tingkat kesulitan, dan tentunya kepuasan yang melahirkan kecintaan. Coba kita bandingkan satu persatu
Continue Reading »
25 Jan
Lulus dengan predikat cumlaude bukan merupakan hal yang mudah, namun tentunya bukan hal yang tidak mungkin. Saya mendapatkan sekitar 10 orang cumlauder pada setiap wisuda Fasilkom UI yang pernah saya ikuti. Sebagian besar dari mereka pastilah SO.
Bagaimana dengan para organisatoris, para aktifis dakwah kampus (ADK), dan orang-orang yang berkontribusi aktif dalam pergerakan kemahasiswaan? Pada acara Apresiasi Wisudawan ADK yang berlangsung Agustus 2006, dari seluruh ADK yang ada di UI, hanya ada 3 orang yang lulus dengan predikat cumlaude dan ketiganya adalah akhwat. Bagaimana dengan 2007 kemarin? Mudah-mudahan lebih banyak.
Entah mengapa masih saja ada ADK yang menafikan pentingnya memiliki IP bagus. Saya mengerti IP memang bukan segalanya. IP juga tidak menjamin keberhasilan seseorang dimasa depan. Namun, jika mereka tahu, ini sebenarnya merupakan pembuktian dari kredibilitas profesional seorang mahasiswa dimata publik.
Continue Reading »